Rasio ini membandingkan berapa yang Anda rencanakan untuk didapat dari sebuah trade dengan berapa yang Anda rencanakan untuk hilang. Rasio dihitung sebelum entry dari tiga harga: entry, stop loss, dan take profit. Rasio ini memberi tahu seberapa sering sebuah setup harus berhasil agar impas: makin besar reward dibanding risiko, makin rendah win rate yang Anda butuhkan.
Contoh
Long BTC di $60.000, stop di $59.400, target di $61.800. Risikonya $600 dan reward-nya $1.800, jadi reward to risk 3:1 dan win rate impasnya 1 ÷ (1 + 3) = 25%. Dengan biaya taker 0,05% saat entry dan exit, reward turun menjadi sekitar $1.740 dan risiko naik menjadi sekitar $660, sehingga win rate impas naik menjadi sekitar 27,5%.
Mengapa penting
Rasio ini menghubungkan exit Anda dengan win rate yang Anda butuhkan. Strategi dengan 1:1 harus menang lebih dari separuh waktu; strategi dengan 3:1 bisa profit dengan memenangkan satu dari tiga trade. Memahami hal ini mencegah Anda menilai setup hanya dari win rate-nya.
Kesalahan umum
Memasang target jauh hanya demi rasio yang tinggi. Target yang jauh lebih jarang tercapai, sehingga win rate turun. Yang penting adalah expectancy, gabungan rasio dan win rate, yang diukur pada trade nyata Anda.
Terapkan dalam praktik
Pertanyaan umum
- Berapa risk reward ratio yang bagus?
- Tidak ada satu angka pasti. Setup 1,5:1 yang menang 55% waktu mengalahkan setup 4:1 yang menang 15%. Nilai rasionya bersama win rate yang ditunjukkan jurnal Anda untuk setup tersebut.
- Ditulis 1:3 atau 3:1?
- Keduanya dipakai. Risk to reward 1:3 dan reward to risk 3:1 menggambarkan trade yang sama: reward-nya tiga kali risikonya.
- Bagaimana cara menghitung win rate impas?
- 1 ÷ (1 + reward to risk). Pada 2:1 sekitar 33%; pada 3:1 sebesar 25%. Biaya dan slippage mendorongnya lebih tinggi.