Order book menampilkan limit order yang sedang menunggu: bid diurutkan dari harga tertinggi dan ask dari harga terendah, dengan ukuran di setiap level. Best bid dan best ask membentuk spread. Saat market order datang, order itu memakan order book dari harga terbaik ke luar. Grafik depth memplot ukuran kumulatif di setiap sisi untuk menunjukkan berapa banyak yang dibutuhkan untuk menggerakkan harga.
Contoh
Order book ETH menampilkan 30 ETH di ask $3.000, 50 di $3.002, dan 120 di $3.005. Market buy 200 ETH akan menghabiskan ketiga level itu dan mendorong best ask ke atas $3.005. Jika 120 ETH di $3.005 tiba-tiba dibatalkan, order yang sama akan mendorong harga lebih jauh, karena tembok itu sejak awal bukan likuiditas sungguhan.
Mengapa penting
Order book menunjukkan seberapa besar ukuran yang bisa diserap pasar pada suatu saat dan di mana likuiditas berkumpul. Order book membantu Anda mengatur ukuran order di koin yang lebih tipis dan menjelaskan slippage. Sebagian trader membaca order besar yang menunggu sebagai support atau resistance, tetapi order itu bisa ditarik kapan saja.
Kesalahan umum
Menganggap order besar yang terlihat sebagai tembok yang pasti. Order besar kadang dipasang lalu ditarik untuk memengaruhi trader lain, praktik yang disebut spoofing. Perhatikan apakah sebuah level benar-benar diperdagangkan dan bertahan, bukan hanya seberapa besar kelihatannya.
Pertanyaan umum
- Apa itu kedalaman order book?
- Total ukuran yang tersedia dalam jarak tertentu dari harga saat ini, misalnya dalam 1%. Makin dalam, makin kecil pengaruh order besar terhadap harga.
- Apakah order book sama di setiap exchange?
- Tidak. Setiap exchange punya order book sendiri, itulah sebabnya harga dan likuiditas sedikit berbeda antar-venue.
- Bisakah saya melihat setiap order di order book?
- Tidak. Sebagian exchange mendukung iceberg order yang hanya menampilkan sebagian ukurannya, jadi order book yang terlihat tidak pernah menunjukkan seluruh likuiditas.